Pembuatan manisan tomat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan basah merupakan produk yang dibuat dari bahan segar yang direndam dalam larutan gula. Sedangkan manisan kering merupakan produk yang dibuat dengan memberi lapisan gula yang tipis, atau bisa juga dicelupkan dalam sirup kemudian dikeringkan. Dari segi penampilan, manisan buah basah lebih menarik bila dibandingkan dengan manisan buah kering.
Bahan dan Alat
Bahan baku utama buah tomat, bisa dari berbagai varietas, gula pasir, kapur sirih, dan tawas. Sedangkan alat yang dibutuhkan diantaranya timbangan, kompor, batang pengaduk, saringan, baskom plastik, loyang, pisau dan alat bantu lainnya.
Cara Pembuatan
Cara pembuatan manisan tomat ada beberapa tahapan yaitu, pertama, sortasi dengan memilih buah tomat berdasarkan tingkat kematangan dan ukuran yang sama. Selain itu, buahnya segar tidak cacat atau busak. Lalu lakukan triming untuk melepaskan kulit atau tangkai yang masih menempel.
Kedua, pencucian untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel. Ketiga, pengupasan kulit untuk memudahkan penyerapan larutan bahan pengeras (kapur dan tawas) dan larutan gula serta untuk meningkatkan kualitas produksi. Keempat, perendaman dalam larutan kapur dan tawas selama 24, 36 atau 48 jam dengan perbandingan kapur dan tawas 60 : 40.
Kelima, buah diangkat dan ditiriskan setelah dicuci bersih. Keenam, pemanasan larutan gula sampai membentuk larutan homogen. Ketujuh, pendinginan larutan gula bertujuan untuk menurunkan suhu larutan gula hingga mencapai suhu kamar. Kedelapan, setelah larutan gula dingin kemudian tomat direndam selama 4 – 6 hari yang bertujuan agar terjadi peresapan lambat dalam larutan gula. Kemudian buah tomat ditiriskan untuk menghilangkan kelebihan air. Kesepuluh, manisan tomat siap dikonsumsi atau dipasarkan. (*)
Kedua, pencucian untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel. Ketiga, pengupasan kulit untuk memudahkan penyerapan larutan bahan pengeras (kapur dan tawas) dan larutan gula serta untuk meningkatkan kualitas produksi. Keempat, perendaman dalam larutan kapur dan tawas selama 24, 36 atau 48 jam dengan perbandingan kapur dan tawas 60 : 40.
Kelima, buah diangkat dan ditiriskan setelah dicuci bersih. Keenam, pemanasan larutan gula sampai membentuk larutan homogen. Ketujuh, pendinginan larutan gula bertujuan untuk menurunkan suhu larutan gula hingga mencapai suhu kamar. Kedelapan, setelah larutan gula dingin kemudian tomat direndam selama 4 – 6 hari yang bertujuan agar terjadi peresapan lambat dalam larutan gula. Kemudian buah tomat ditiriskan untuk menghilangkan kelebihan air. Kesepuluh, manisan tomat siap dikonsumsi atau dipasarkan. (*)
menarik, trims ilmunya
BalasHapussangat menarik gan... ijin copy buat belajar dirumah
BalasHapuskeren :))
BalasHapussuwun mas
BalasHapus